04 Agustus 2011

Matematika Untuk Balita

Matematika Untuk Balita

Setelah beberapa minggu saya tidak membuat tulisan untuk blog ini, baru sekarang saya bisa update lagi. Di akhir tahun, saya sedikit sibuk dengan kegiatan di sekolah, jadi belum sempat membuat tulisan atau meng-update blog. Alhamdulillah, setelah terakhir membagikan raport sepertinya saya punya banyak waktu untuk menulis lagi.

Sekarang saya ingin sedikit berbagi dengan Anda mengenai sebagian dari isi buku saya tulis “Fun Math with Children“. Yaitu tentang pengenalan dan pembelajaran matematika untuk anak prasekolah. Ya, kita akan mencoba mengenalkan atau bahkan mengajarkan matematika anak-anak prasekolah yang ada dalam rentang usia 2 hingga 6 tahun.

Kemampuan anak-anak untuk memahami matematika mengalami perkembangan yang cukup pesat mulai usia prasekolah. Pada permulaan tahun ke-tiga usianya, anak-anak sudah bisa menggunakan jari-jarinya untuk menunjukkan banyak benda. Mungkin saja pada saat itu anak melakukan kesalahan dengan perhitungannya, tapi itu merupakan sebuah perilaku matematika (mathematical behaviour) yang ditunjukkannya.

Pada usia empat tahun, anak-anak sudah mulai bisa menghitung. Biasanya mereka sudah bisa menghitung sampai 5 atau 10, dan sudah bisa menyebutkan bilangan berikutnya dari sebuah barisan bilangan. Misalnya, Anda menghitung 1, 2, 3, 4, 5, kemudian Anda bertanya bilangan berapa berikutnya, maka si anak akan menjawab, “6!”

Dalam geometri, anak-anak sudah dapat mengenali, mengelompokkan dan menyebutkan nama-nama bentuk bangun, baik bangun datar ataupun bangun ruang yang bermacam-macam ukuran dan bentuknya. Anak juga belajar menggunakan kata-kata penunjuk seperti atas, bawah, kiri, kanan, tengah, dan yang lainnya. Pada usia empat atau lima tahun, anak sudah bisa menggunakan kata-kata itu dalam bentuk kalimat untuk menggambarkan letak atau posisi sesuatu.

Pemahaman konsep mengukur mengalami lonjakan ketika anak-anak mulai bisa membandingkan ukuran sebuah objek. Di usia tiga tahun, misalnya anak-anak sudah bisa menunjukkan siapa yang lebih tinggi, dia ataukah ayahnya ketika mereka berdiri berdampingan. Sementara di usia empat tahun, dia sudah mulai bisa melakukan proses yang lebih kompleks lagi dalam membandingkan beberapa ukuran.

Lalu bagaimana Anda bisa mengajarkan matematika pada anak balita Anda?

Umumnya anak balita itu masih tetap ada bersama orang tuanya di rumah setiap saat. Kecuali mungkin bagi balita yang sudah masuk ke sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan usia dini seperti seperti kelompok bermain (play group) atau tempat penitipan anak. Walaupun demikian bisa dipastikan, kebersamaannya bersama Anda, orang tuanya di rumah pasti lebih banyak. Untuk itu, hal penting bagi Anda adalah bagaimana memanfaatkan momen kebersamaan Anda bersama si kecil untuk mengenalkan matematika di dalam rumah melalui berbagai aktivitas keseharian. Tentu saja Anda bisa melakukannya.

Konsep-konsep matematika seperti bilangan dan operasinya (penjumlahan dan pengurangan), geometri (mengenal berbagai bangun datar dan ruang), pengukuran, probabilitas, probelm solving, dan sebagainya, bisa Anda kenalkan ketika bermain-main dan beraktivitas bersama si kecil.

Intinya adalah bagaimana Anda sekreatif mungkin mengarahkan berbagai hal yang Anda lakukan bersama si kecil untuk mengenalkan konsep-konsep itu. Misalnya, mengenalkan konsep bilangan dengan aktivitas menghitung. Biasakan sesring mungkin Anda melakukan ativitas berhitung bersama anak balita Anda. Menghitung banyak mainannya, menghitung kue atau makanan kecilnya, menghitung kancing ketika memakai baju sehabis mandi, menghitung orang yang ada di rumah, dan sebagainya.

Berbagai ide kreatif mengenalkan matematika pada anak melalui beragam aktivitas keseharian, ada dan dijelaskan di buku seperti yang saya sebutkan di atas. Tentu saja saya tidak bisa menjelaskannya satu per satu di sini. Akan tetapi, semoga tulisan ini menginspirasi Anda semua para orang tua dan berbondong-bondong memburu buku saya :)

Selamat mencoba dan beraktivitas matematika bersama si kecil!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar