26 Maret 2010

MAKALAHA FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Oleh Drs. Rohanda, Msi

Disampaikan dalama rangka seminar sehari Ikatan Pustakawan Indonesia
Pustakawan dan Guru
Tanggal 16 September 2000
I. Pendahuluan
Apabila kita memasuki suatu perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku
dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapih di rak buku,rak majalah, maupun rakrak
bahan pustaka lain.
Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga
memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang
diperlukan.
Pertanyaan yang timbul pada diri kita adala apakah setiap jajaran buku dan bahan
pustaka lain yang diatur secara sistematis boleh disebut perpustakaan? Atau dengan kata
lain, apakah sebenarnya perpustakaan itu?
Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar
di bidang perpustakaan. Anda dapat mempelajari beberapa pengertian perpustakaan
seperti di bawah ini :
• Menurut kamus “ The Oxford English Dictionary”,kata “library” atau perpustakaan
mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “ suatu
tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan
rujukan”.
• Pengertian perpustakaan ini pada abad ke-19 berkembang menjadi “ suatu
gedung,ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara
dengan baik,dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.
• Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh
penghargaan yang tinggi, bukan sekadar suatu gedung yang berisi koleksi buku yang
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
• Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah
perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “ pusat
media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi
dan pusat rujukan “.
• Dalam pengertiannya yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan
Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu
sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi
sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan
nasional.
Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang
mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian
bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan,
teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.
Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu
sekolah yang kedudukan dan tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang
melayani sivitas akademka sekolah yang bersangkutan.
II. FUNGSI PERPUSTAKAAN
Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perpustakaan merupakan salah
satu sarana pelestarian bahan pustaka. Bahan pustaka yang dimaksud merupakan hasil
budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi
dan kebudayaan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang
pelaksanaan pembangunan nasional.
Dalam pengertian perpustakaan yang mutakhir ini juga tersirat fungsi perpustakaan pada
umunya, yaitu sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan.
Namun secara khusus,setiap jenis perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing
,yang berbeda antara yang satu dan lainnya. Fungsi Perpustakaan Nasional RI berbeda
dengan fungsi Perpustakaan Umum,fungsi Perpustakan Daerah berbeda dengan
Perpustakaan Sekolah,fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi berbeda dengan fungsi
Perpustakaan Khusus/Dinas. Karenanya berbeda-beda, maka masing-msing
perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pula yang harus dicapai oleh masingmasing
jenis perpustakaan.
Marilah sekarang kita tinjau satu-persatu fungsi-fungsi perpustakaan menurut jenisnya.
Perpustakaan Nasional RI, menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989,pasal 3
,menyelenggarakan fungsi :
a.membantu Presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai
pengmbangan,pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.
b. melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjadsama antara
badan/lembaga termsuk perpustakaan didalam maupun diluar negeri
c. melaksanakan pembinaan atas semua ejnis perpustakaan di instansi/lembaga
pemerintah maupun swasta yang ada dipusat ataupun didaerah
d. melaksanakan pengumpulan,penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam
dan luar negeri
e. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan danpelestarian bahan pustaka
f. melaksanakan penyusunan naskah bibliografi nasional dan katalog induk nasional
g. malaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek,abstrak
dan penyususnan perangkat lumak bibiliografi.
h. melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah
j. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden
1. Fungsi Perpustakaan Daerah
Disamping,Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organaisasi dilingkungan
Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah , menurut Keputusan Kepala
Perpustakaan Nasional RI nomor 001/Org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja
Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi :
a. mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan
perustakaan di daerah.
b. melaksanakan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di
daerah
c. melaksanakan pengeumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka
d. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka
e. melaksanakan penyususnan dan penerbitan bibliobgrafi daerah dan katalog induk
daerah
f. melaksanakan penyususnan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek, abstrak
dan direktori
g. melaksanakan jasa informasi dan rujukan (referensi)
h. melaksanakan kerja sama antar perpustakaan di daerah
i. melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah
j. melaksanakan urusan ketatausahaan
2. Fungsi Perpustakaan Umum dan Keliling
Perpustakaan Umum baik yang berada di Daerah Tingkat II (Ibukota
Kabupaten/Kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut
Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 1988 dan Instruksi Menteri Dalam
Negeri nomor 21 tahun 1988, mempunyai fungsi :
a. menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi
b. memelihara danmelestarikan bahan pustaka dan informasi
c. mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informsi, sebagai pusat kegiatan
belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan
membaca bagi seluruh lapisan masyarakat
Perpustakaan Keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan
informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada
hakikatnya fungsi Perpustakaan Keliling sama dengan Perpustakaan Umum .
Perpustakaan Keliling merupakan kepanjangan layanan Peprustakaan Umum.
3. Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidiknan dan Kebudayaan nomor
0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai :
a. Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti
tercantum dalam kurikulum sekolah
b. Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan
kreativitas dan imajinasinya.
c. Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (bukubuku
hiburan)
Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi pepustakaan bersangkutan.
III. ASPEK-ASPEK PEMBINAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
1. Aspek Status, Ogranisasi dan Manajemen
Sampai saar ini status beberap jenis perpustakaan ,seperti perpustakaan
khusus,perpustakaan sekolah, perpustakaan perpguruan tinggi dan lain-lain, belum jelas,
khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek
lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya,
berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karena itu status beberapa jenis
perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah
jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan Daerah (eselon II) dan
Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).
Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga
organisasi perpustkaan dalam Undang-undang Perpustakaan yang akan datang dapat
disusun meliputi:
1. Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)
2. Petugas tata usaha perpustakaan ( unusur pembantu pimpinan)
3. Unsur pelaksana yang terdiri atas:
a) Petugas pengadaan/pengolahan baha pustaka
b) Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)
c) Petugas penyuluhan/pemasyarakatan
d) Petugas penelitian dan pengembangan
Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi
perencanaan,pengorganisasian,penggerakan , dan pengawasan (POAC= Planning,
Organization,Actuating dan Controlling)
Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggungakan prinsip-prinsip
Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS atau Mangement By Objectives (MBO).
2. Aspek Ketenagaan
Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemempuan
perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar
mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat
sekelilingnya. Untuk itu sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan
yang tepat, yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan koleksi
bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur
kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus
dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini teruta
IV.PENUTUP
Perpustakaan Sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak
(complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi
pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dikatakan juga
bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada
lembaga itu.
Sedangkan fungsi utamanya yaitu sebagai pusat sumber belajar,pusat sumber informasi
dan pusat bacaan rekreasi dan pengisi waktu senggang. Untuk selanjutnya perpustakaan
itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat
(Long Life Education)
Daftar Pustaka
MUJITO, Pembinaan Minat Baca, Jakarta : Universitas Terbuka,1993
MARTOATMOJO,Karmidi. Manajemen Perpustakaan Khusus. Jakarta: Universitas
Terbuka, 1997
----------------------------------. Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka,
1993
SULISTYO,Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan: Universitas Terbuka, 1993
Filename: Rohanda
Directory: C:\Documents and Settings\All Users\Documents
Template: C:\Documents and Settings\perpus\Application
Data\Microsoft\Templates\Normal.dot
Title: FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Subject:
Author: Perpust
Keywords:
Comments:
Creation Date: 12/9/2004 12:33:00 PM
Change Number: 5
Last Saved On: 11/1/2007 11:33:00 AM
Last Saved By: perpustakaannet
Total Editing Time: 8 Minutes
Last Printed On: 11/5/2007 12:49:00 PM
As of Last Complete Printing
Number of Pages: 5
Number of Words: 1,573 (approx.)
Number of Characters: 8,972 (approx.)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar