26 Juli 2009

PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
DAN UPAYA MENEGAKKAN KEDAULATAN
Oleh Mursalin


Peristiwa-peristiwa Penting Sekitar Proklamasi Kemerdekaan dan Sambutan Rakyat Indonesia.

1. Panggilan Tokoh-tokoh Indonesia ke Dalat Vietnam
Pada 9 Agustus 1945, Marsekal Terauchi, Panglima Besar Tentara Jepang di Asia Tenggara memanggil Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyoningrat ke markasnya di Dalat (Seigon), Vietnam ia menyampaikan keputusan pemerintah penduduk Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepeda Indonesia.
Pertemuan Dalat merupakan mementum pentingmerupakan momentum penting terlaksananya sebuah proklamasi kemerdekaan. Jepang inilah yang menjadi pemicu terjadinya perdebatan pendapat terhadap tokoh-tokoh golongan tua dan golongan muda.

2. Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa pemboman kota Hirosmima pada 8 Agustus 1945 dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945 diusul menyerahnya Jepang pada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.
Pada 15 Agustus 1945 para pemuda berkumpul di ruang belakang gedung Baktireologi Jalan Pengangsaan Timur No. 13, Jakarta, di Pimpin oleh Chaerul Saleh.
Rapat segera mengutus Wikana dan Darwis untuk menghadap Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta guna menyampaikan hasil rapat tadi. Namun, kedua tokoh itu menolak hasil rapat tersebut dengan mengajukan alasan untuk menghindarai bentrokan senjata dengan Jepang yang saat itu masih bersenjata lengkap dan mempunyai tugas memelihara status quo sebelum Pasukan Sekutu datang ke indonesia.
Para pemuda yang telah berkumpul di Asrama Benteng 31. para pemuda tersebut antara lain Chaerul Saleh, Yusuf Kunto, Surachmat, Johan Nur, Singgih, Mandani, Sutrisno, Sampun, Subadio, Kusnadar, Abdurrahman, dan Dr. Muwardi.
a. Daerah Rengasdengklok dilatarbelakangi laut Jawa, sehingga jika ada serangan dari Tentara Jepang dapat segera pergi melalui laut.
b. Di daerah sekitar Rengasdengklok, masing-masing dio Purwakarta, Cilamaya (Barat), Kedung Gedeh (Selatan), dan Bekasi (Timur) telah bersiap pasukan Peta untuk menjaga segala kemungkinan.
Setelah selesai dirumuskan, Ir. Soekarno membacakan naskah teks proklamasi di hadapan hadirin Drs. Moh. Hatta menyarankan agar semua yang hadir menantangininya dengan mengambil contoh pada naskah Declaration of Independence Amerika Serikat yang ditandangini oleh 13 utusan dari negara-negara bagian.
Usul tersebut di terima oleh semua pihak Ir. Soekarno kemudian meminta Sayuti Melik untuk mengetiknya.
Setelah di ketik, naskah teks proklamasi mengalami beberapa perbaikan, yaitu mengubah kata “ tempo” wakil bangsa indonesia menjadi “ atas nama bangsa Indonesia “ Djakarta 17-8-05 “ menjadi “ Djakarta hari 17 bulan 8 tahoen 05 “. Naskah yang telah di ketik kemudian di tanda tangani oleh Soekarno Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Sukarni mengusulkan agar naskah prolamasi kemerdekaan dibacakan di depan massa di Lapangan Ikada. Usul tersebut di tolak.

3. Upacara Prolamasi Kemerdekaan Repoblik Indonesia
Pada 17 Agustus 1945 para perumus teks proklamasi baru keluar dari rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda.
Bendera merah putih yang telah di jahit oleh ibu fatmawati. Pasukan Peta di bawah pimpinan komandan Syudanco Latief Hendraningrat dan Syudanco Abdurrahman.
Menjelang pukul 10.00 WIB, tokoh-yokoh nasional telah hadir di tempat upacara. Mereka diantaranya Dr. Buntaran M, Sam Ratulangi, A.A. Maramis, Kihajar Dewantara, K. H. Mas Mansur, Mr. Sartono, S. K. Trumurti, M. Tabrani, Dr. Muwardi, Sayuti Melik, A. G. Pringgodigdo, Pandu Kartawiguna, dan para tokoh pemuda.

“Saudara-saudara sekalian ! saya telah di minta hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Bepuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang utuk kemerdekaan tanah air kita, bahkan telah bertus-ratus tahun. Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naik ada turunnya, tetapi jiwa kita menuju kearah cita-cita kita. Juga didalam zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam zaman Jepang ini tampaknya saja kita menyadarkan diri kepada mereka akan tetapi, pada hakikatnya kita tetap menyusun tenaga kita sendiri, dan kita pencaya kepda kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar percaya kepada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita didalam tangan kita sendiri, akan berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia di seluruh Indonesia. permusyawaratan seia sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita. “
Dengan ini, kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami :
Demikian saudara-saudara !
Kita sekarang telah merdeka tidak ada satu ikatan yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita ! mulai saat ini kita menyusun negara kita ! Negara Merdeka ! Negara Republik Indonesia. Merdeka, kekal, dan abadi. Insya Allah, Tuhan Memberkati kemerdekaan kita itu.”
Berakhirlah penjajahan bangsa Belanda selama kurang lebih 350 tahun dan penjajahan bangsa Jepang selama kurang lebih 3,5 tahun.






4. Sambutan Rakyat Indonesia Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagaimanakah cara pemuda menyebarluaskan cerita tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia keseluruh Indonesia ? Dengan menggunakan semua alat komunikasi yang ada di pergunakan untuk menyebar luaskan Prolamasi Kemerdekaan Indonesia.
Anggota dalam sidang PPKI beberapa waktu sebelumnya mereka antara lain adalah Samratu Langi (Gubernur Sulawesi), A.A. Hamidan (Gubernbur Kalimantan), A. Gusti Ketut Puja (Gubernur Nusa Tenggara) ; dan Teuku Moh. Hasan (Gubernur Sumatra).

5. Makna Prolamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Teks Proklamsi merupakan pernytaan untuk merdeka atau mebebaskan diri dari segala bentuk ikatan penjajahan bangsa lain atas bangsa dan negara indonesia.
Proklamasi adalah jembatan emas yang menghubungkan dan menghantarkan bangsa Indonesia dalam mencapai masyarakat baru, kehidupan yang bebas, tanpa tekanan dan ikatan. Proklamasi seruan yang berbentuk legal (berdasarkan hukum) dan resmi.
Pada 18 Agustus 1945, PPKI. Sidang ini menjadi kelajuan sidang BPUPK pada 10-16 Juli 1945 yang mebahas rencangan Undang-undang Dasar Negara RI. Keputusan sidang tersebut adalah :
1. Menetapkan Undang-undang Dasar 1945, sebagai Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.
2. Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
3. Membentuk sebuah Komite Nasional untuk membantu Presiden selama MPR dan DPR belum terbentuk.

Pada minggu, 19 Agustus 1945, PPKI melanjutkan sidang. Sidang yang dipimpin oleh Otto Iskandarnita tersebut menghasilkan dua keputusan diantaranya mengenai,
1. Pembagian wilayah yang terdiri atas delapan propinsi beserta calon Gubernurnya, dan
2. Pembentukan Komite Nasional Daerah.

Pada 22 Agustus 1945, rapat PPKI dilanjutkan di Gedung Kebaktian Rakyat Jawa untuk membahas tiga masalah utama. Pertemuan yang di pimpin wakil presiden Republik Indonesia ini menghasilkan keputusan sebagai berikut :
1. Komite Nasional Indonesia (KNI) adalah badan yang berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat sebelum pemilihan umum diselenggarakan dan disusun dari tingkat pusat hingga daerah.
2. Partai Nasional Indonesia (PNI) dirancang menjadi patai tunggal, RI, namun akhirnya dibatalkan.
3. Badan Keamanan Rakyat (BKR) berfungsi sebagai penjaga keamanan umum bagi masing-masing daerah.
Pada 23 Agustus 1945, Presiden Soekarno mengumumkan hasil sidang PPKI tersebut.













1. Komite Nasional Indonesia
Komite Nasional Indonesi pada 18 Agustus 1945, PPKI kembali membentuk KNIP pada 22 Agustus 1945 yang berpusat di Jakarta. Badan ini diumumkan pada 25 Agustus 1945 dan pelantikannya dilakukan pada 29 Agustus 1945.
Jabatan Nama
Ketua Mr. Kasman Singodimedjo
Wakil Ketua I Mr. Sutardjo
Wakil Ketua II Mr. Laturharhary
Wakil Ketua III Adam Malik

Pada 16 Oktober 1945, Komite Nasional Indonesia menyelenggarakan sidangnya yang pertama. Sidang tersebut menghasilkan 2 keputusan yaitu :
a. Membentuk Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) dengan jumlah anggota 15 orang
b. Mengusuylkan kepada Presiden supaya Komite Nasional Indonesia diberi kekuasaan legeslatif selama DPR/MPR belum terbentuk.

2. Kabinet Republik Indonesia
pada sidang PPKI tanggal 19 Agustus 1945, diputuskan tentang pembentukan 12 kementerian dalam kenbinet dan pembagian wilayah pindonesia menjadi 8 provinsi. Keputusan ini di realisasikan pada 2 September 1945.







Susunan Kabinet Pertama Republik Indonesia :

1. Menteri Dalam Negeri : R.A.A. Wiranatakusumah
2. Menteri Luar Negeri : Mr. Ahmad Subarjo
3. Menteri Keuangan : Mr. A.A. Maramin
4. Menteri Kehakiman : Prof. Dr. Mr. Supono
5. Menteri Kemakmuran : Ir. Surachman Tjokroadisurjo
6. Menteri Keamanan Rakyat : Supriyadi
7. Menteri Pengajaran : Ki Hajar Dewantara
8. Menteri Penerangan : Mr. Amir Syarifuddin
9. Menteri Kesehatan : Dr. Buntaran Marroatmodjo
10. Menteri Sosial : Mr. Iwa Kusuma Sumantri
11. Menteri Pekerjaan Umum : Abikusno Tjokrosujoso
12. Menteri Perhubungan ad interin : Abikusno Tjokrosujoso
13. Menteri Negara : Wchid Hasyim
14. Menteri Negara : Mr. M.R Sartono
15. Menteri Negara : Dr. Mr. Amir
16. Menteri Negara : Otto Iskandarninata
Kabinet pertama tersebut merupakan kabinet Prisidensial yang bertanggung jawab kepada presiden.

3. Pembagian Wilayah Provinsi

Tugasnya membentuk departemen dan membagi wilayah Indonesia atas 8 provinsi.

Jabatan Nama
Sumatra Teuku Mohammad Hasan
Jawa Barat Sutardjo Kartohadikusumo
Jawa Tengah R. Pandji Suroso
Nusa Tenggara I Gusti Ketut Pudja
Jawa Timur R.M. Surjo
Maluku Mr. J. Latuharhy
Sulawesi Dr. G.S.S.J. Ratulangi
Kalimantan Ir. Panggeran Moh. Noor

Berikut ini adalah susunan selengkapnya pengurus BKR Pusat.

Jabatan Nama
Ketua Umum Kaprawi
Ketua I Sutalaksana
Ketua II 1. Arifin Abdurrahman
Anggota 2. Mahmud
3. Zulkifli Lubis

Laskar-laskar tersebut, antara lain yaitu Barisan Rakyat Indonesia (BARA), Angkatan Pemuda Indonesia (API), Barisan Benteng (BB), Hizbullah, Sabilillah, Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), Pemuda Indonesoa Maluku (PIM), Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI), dan Pemuda Sosialis Indonesia (Persindo).

5. Pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI)
NICA yang bermaksud menguasai kembali tanah air yang telah merdeka Pada 5 Oktober 1945, pembentukan Tentara Keamanaan Rakyat (TKR).
Supriyadi yang di kenal sebagai pemimpin pemberontakan Peta terhadap pemerintah pendudukan Jepang di Blitar, menjadi Menteri Keamanan Rakyat.

C. Kondisi Kehidupan Politik, Ekonomi, Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya pada Awal Kemerdekaan

1. Kehidupan Politik

Tuga PPKI, sebagai pengganti BPUPKI, selanjutnya mengorganisasikan wilayah yang luas dengan membaginya menjadi 8 Provinsi, memebentuk kabinet RI yang pertama, membentuk BKR, hingga pengesahan pendirian berbagai partai politik. Semua itu dilakukan agar kehidupan berbangsa dan bernegara bisa berjalan.
Terbentuknya Kabinet Syahrir yang bersifat ministeril parlementer.
Akibatnya adalah sering bergantinya kabinet-kabinet dalam pemerintahan karena di jatuhkan oleh parlemen (KNIP). selama kurun waktu 1945-1949, di indonesia tercatat terjadi pergantian kabinet ministeril sebanyak 7 kali dengan 4 perdana menteri yang berbeda, yaitu Syahrir (kabinet 1, 2, dan 3), Amir Syarifuddin (kabinet 4 dan 5), dan Drs. Moh. Hatta (kabinet 6 dan 7).


2. Kehidupan Ekonomi

pada akhir masa penduduk Jepang dan awal kemerdekaan, perekonomian indonesiamengalami kelumpuhan karena beberapa faktor yang terjadi sebelumnya, di antaranya adalah :
a. Pengurasan berbagai kekayaan alam dan hasil bumi oleh pemerintah pendudukan Belanda dan Jepang.
b. Tenaga kerja usia produktif di jadikan romusha oleh Jepang
c. Lahan-lahan ditanami tanaman yang sesuai dengan kepentingan Jepang.
d. Banyaknya pertempuran melawan pemerintah pendudukan Jepang.
e. Hiper inflasi akibat peredaran mata uang Jepang yang kosong.
f. Pajak-pajak dan bea masuk yang menjadi andalan turun drastis, sementara pengeluaran pemerintah bermtambah besar.

Adapun alasan pemblokadean ekonomi Indonesia oleh Belanda adalah :
a. Baranf-barang milik Republik yang dihasilakn dihancurkan dan dibumi hanguskan. Dengan taktik ini, di harapkan Indonesia mengalami inflasi yang tak terkendali, sehingga pada akhirnya timbul kekacauan (chaos) di masyarakat. Dengan demikian, rakyat menjadi tidak percaya kepada pemerintah.
b. Agar timbul keadaan sosial ekonomi Indonesia yang buruk dan kekurangan bahan-bahan inpor yang sangat dibutuhkan.
c. Menciptakan kekacauan di dalam masyarakat sehingga masyarakat menjadi tidak percaya lagi terhadap Pemerintah repoblik.
d. Mencegah dikeluarkan senjata dan peralatan militer dari luar negeri ke Indonesia
e. Mencegah dikeluarkan dan dijualnya hasil-hasil perkebunan milik Belanda dan milik asing lainnya kepada bangsa asing selain Belanda.
f. Melindungi bangsa Indonesia dari tindakan atau perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh bangsa asing lain selain bangsa Belanda.

Sementara itu, uang yang di keluarkan sebagai alat transaksi di wilayah Indonesia terdiri atas tiga jenis mata uang, yangitu De Javasche Bank, uang pemerintah Belanda dan uang Pemerintah Penduduk Jepang.

Usaha pemerintah untuk memperbaiki perekonomian nansional pada waktu di antara itu antara lain :
a. memberlakukan Oeang Republik Indonesia (ORI) untuk mengganti mata uang Jepang sejak Oktober 1946;
b. Dalam rangka mengawasi distribusi uang yang beredar, menstabilkan nilai tukar, dan hal-hal yang berkaitan dengan bidang moneter, pemerintah mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI ’46) pada 1 November 1946;
c. Melakukan pinjaman lunak yang di lakukan oleh Menteri Keuangan Ir. Surachman tasa persetujuan Badan Pekerja KNIP (BP-KNIP) Sebesar Rp. 1.000.000.000,00;
d. Membuka perwakilan dagang resmi di Singapura sejak tahun 1947 yang di berinama Indonesia Office (Indoff);
e. Mengadakan hubungan dagang dengan para pengusaha Amerika Serikat yang dirintis oleh badan semi pemerintah bernbama Bnking and Trading Coorporatis (BTC) di bawah pimpinan Dr. Soemitro Djojohadikusumo.
Adapun pembahasan konferensi difokuskan kepada tiga hal, yaitu :

a. Peningkatan produksi dan distribusi bahan makanan ;
b. Pembahasan masalah sandang ;
c. Penataran administrasi perkebunan milik asing.


Bahan makanan akan di tangani pemerintah secara sentral dalam wadah Badan Pengawasan Makanan Rakyat (BPMR) yang di kemudian menjadi Badan Persediaan dan Pembagian Bahan Makanan (BPPBM). badan ini merupakan cikal bakal dari Badan Urusan Logistik (BULOG) sekarang.
Perkembangan bahasa indonesia seiring dengan pekembangan seni sastra Indonesia yang di tandai dengan munculnya para sastrawan terkemuka di tanah air seperti H.B Jassin, Rosihan Anwar, Chairil Anwar, dan Idrus, yang tergabung dalam Angkatan Pujangga Baru maupun Angkatan 45. persoalan-persoalan zaman dan kemasyarakatan dari suatu kurun waktu tertentu berpengaruh dan amat menentukan pemilihan tema-tema yang di ungkapkan para sastrawan.
Di bidang seni rupa didirikan wadah bagi para pelukis, seperti Pelukis Indonesia (PI), Pelukis Pemuda Indonesia Muda (PIM), Pusat Tenaga Pelukis Indonesia (PTPI), dan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI).
Adapun di perfilman, didirikan Perfini (Perusahaan Filem Nasional Indonesia) pimpinan Usmar Ismail, Persatuan Artis Republik Indonesia (Persani) pimpinan Djamaluddin Malik, Persatuan Produsen Film Indonesia (PPFI) dan Perusahaan Filn Negara (PFN).


D. Upaya Perjuangan Rakyat dan Pengakuan Kedaulatan RI

1. Pertempuran-pertempuran Mempertahankan Kemerdekaan

a. Insiden Bendera

Pada 19 September 1945 terjadi sebuah insiden di Surabaya. Pada hari itu di Hotel Yamato, daerah Tunjungan Surabaya.
Para pemuda Surabaya menganggap tindakan pengibaran bendera Belanda tersebut sebagian sebuah penghinaan. Peristiwa tersebut di kenal sebagai Insiden Bendera.

b. Pertempuran Semarang

Pada 15 sampai 20 Oktober 1945, di Semarang terjadi petempuran melawan antara Jepang selama lima hari.
Lebih kurang 2.00 tentara Jepang. Pertempuran seru dan paling banyak menelan korban yang terjadi di sekitar Simpang lima (Tugu Muda). 2.000 rakyat Indonesia dan 100 orang Jepang tewas. Petempuran tersebut di kenal sebagai Pertempuran Lima Hari di Semarang.

c. Pertempuran Surabaya

Yaitu usaha bangsa Indonesia mengusir penjajah Jepang yang masih tetap bercokol dan memiliki senjata lengkap. Dimulai sejak September 1945.
Pada 25 Oktober 1945, Brigade 49, pimpinan Jenderal D.C. Hawthorn, bagian dari Devisi India ke-23 tentara Sekutu (Allied Forces Netherlands East Indies atau AFNEI) mendarat di kota Surabaya, pimpinan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby.

Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain :

1. Sekutu berjanji bahwa diantara mereka tidak terdapat angkatan perang Belanda
2. Disetujui kerjasama antara kedua belah pihak untuk menjamin keamanan.
3. Akan segera di bentuk Kontak Biro agar kerjasama dapat terlaksana sebaik-baiknya.
4. Sekutu hanya akan melucuti senjata Jepang.


2. Perjuangan Awal Diplomasi

NICA jelas-jelas bermaksud menjajah kembali Indonesia, Sekutu selain melucuti tentara Jepang juga bermaksud mengembalikan Indonesia ke tangan Belanda.
Kedatangan sekutu ke Indonesia membawa misi Komando Asia Tenggara atau South East Command (SEAC) yang didampingi oleh Laksamana Lord Louis Mountbetten. Yang melaksanakan tugas ini adalah komando khusus yang di beri nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI).

Adapun tugas AFNEI di indonesia adalah :

a. Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang.
b. Membebaskan tahanan perang dan interniran Sekutu.
c. Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk kemudian di pulangkan.
d. Menegakkan dan mempertahankan keaan damai di Indonesia untuk kemudian di serah kepada pemerintah sipil.
e. Menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan kemudian menuntutnya kedepan pengadilan militer sekutu.
Komandan AFNEI Letjen Sir Philip Chistison.

3. Agresi Militer Belanda I

Bagi pihak Belanda, Perjanjian Linggajati merupakan kemenangan diplomasi yang menguntungkan bagi kedudukan politik dan militernya. 27 Mei 1947, Belanda pengirim nota ultimatum. Adapun isi ultimatum itu sebagai berikut :
a. RI-Belanda harus segera mebentuk pemerintahan ad-interin;
b. RI-Belanda harus mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama
c. RI diwajibkan mengirim beras kepada rakyat di daerah-daerah RI yang diduduki Belanda;
d. Menyelenggarakan gendarmeire bersama, yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama, termasuk daerah-daerah RI yang memerlukan bantuan Belanda;
e. RI-Belanda menyelenggarakan pengawasan bersama atas penangganan ekpor dan impor.
Pada 14 Agustus 1947, DK PBB mengadakan sidang yang membahas masalah Indonesia-Belanda. Delegasi Indonesia pada sidang DK PBB tersebut diwakili oleh Sultan Syahrir, H. Agus Salim, Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Sudjatmoko, dan Charles Tambun.

Pada 25 Agustus 1947, DK PBB menerima putusan dari PBB yang berisi :

a. Para kopsul asing di Jakarta supaya membuat laporan mengenai keadaan terakhir di Indonesia;
b. Membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang bertugas memberikan masukan dan saran-saran dalam menyelesaikan pertikaian Indonesia dan Belanda.
Garis dekarmasi artinya, garis khayal sebagai batas wilayah RIS dan RI yang juga di kenal sebagai Garis van Mook.

4. Perundingan Renville

Setelah melewati bapak-bapak perundingan yang berat, arkhirnya KTN berhasil mengadakan pendekatan sehingga peserta perundingan dapat meneriman saran KTN, yaitu :

a. Segera dikeluarkan perintah penghentian tembak-tembak di sepanjang garis van Mook;
b. Penghentian tembak-menembak segera diikuti dengan peletakan senjata dan pembentukan daerah-daerah kosong militer (demiliterized zones).

KTN juga mengajukan usul politik untuk dipilih kedua belah pihak, diantaranya adalah :

a. Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia;
b. Kerja sama Indonesia-Belanda;
c. Dibentuknya suatu negara ;
d. Dibentuknya suatu Uni Indonesia-Belanda.

Akhirnya, Perjanjian Renvile ditandatangani pada 17 Januari 1948. adapun isi perjanjian tersebut adalah sebagai beikut :
a. Persetujuan gencatan senjata yang terdiri dari 10 pasal.
b. Enam pokok prisip tambahan untuk perundingan mempercepat penyelesaian politik.

Isinya sebagai berikut :

1. Belanda tetap memegang kedaulatan atas seluruh wilayah Indonesia, sampai kedaulatan diserahkan kepada RIS yang segera dibentuk;
2. Sebelum RIS di bentuk, Belanda dapat mengerahkan sebagian dari kekuasaannya pada suatu pemerintahan pederal sementara;
3. RIS sebagai negara merdeka dan berdaulat sederajat dengan Kerajaan Belanda dan Uni Indonesia-Belnda dengan Ratu Belanda bertindak sebagai Kepala Uni;
4. RI merupakan bagian dari RIS;
5. Akan diadakan plebisit di wilayah Jawa, Maduran dan Sumatra untuk menentukan masuk RI atau RIS;
6. Dalam waktu 6 bulan-1 tahun diadakan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstitusi RIS.


c. Dua belas pasal atau prinsip politik, termasuk tiga pokok hasil perjanjian Linggajati.

Melaksanakan Perjanjian Renville, berarti melaksanakan garis demarkasi Van Mook dan plebisit. Untuk menangani hal itu, pemerintah mengangkat Arudji Kartawinata sebagai pelaksana di lapangan.

5. Pemberontakan PKI di Madium

a. Proses Pemberontakan

PKI di bawah pimpinan Muso melancarkan pemberontakan di Madium pada 18 September 1948.
Kedudukan PKI Muso memang kuat karena didukung Front Demokrasi Rakyat (FDR).
Diawali di Solo, PKI mulai melancarkan aksi-aksinya. Insiden pertama mulai terjadi pada 13-16 September 1948, antara Pasukan Siliwangi dengan Tentara Laut pimpinan Letkol Yadau yang berpengaruh komunis. Kemudian, pada 14 September 1948, Pesindo menyerang Barisan Benteng di Solo, karena Dr. Muwardi, komandan Barisan Benteng, menolak bergabung dengan kekuatan komunis.
Pada 18 September 1948, Kolonel Sumarsono yang berhaluan kominis memproklamasikan berdirinya Negara Sovyet Republik Indonesia di Madiun. Ia mendapat dukungan pasukan dari Brigade 29. pemberontakan pada pukul 02.00 dini hari tersebut dimulai dengan memusatkan sasaran pada markas CPM Siliwangi yang terletak di Jalan Dr. Cipto, Madium sehingga mengakibatkan gugurnya seorang mayor CPM.

b. Upaya Penumpasan

Dalam upaya menumpas PKI Madium, pemerintah RI mengangkat Kolonel Gatot Subroto sebagai Gubernur Militer daerah Solo, Madium, Pati dan Semarang. Angkatan Perang RI dikerahkan termasuk Devisi Seliwangi yang baru tiba hijrah dari Jawa Barat ke Jawa Tengah di bawah pimpinan Sadikin dan Kusno Utomo (Brigade Sadikin dan Brigade Kusno). Operasi tersebut dipimpin oleh Kolonel Sungkono dan pelaksananya ditunjuk Mayor Yunosewoyo. Jalannya operasi dilakukan dari tiga jurusan.
1. Batalyon Sarbini Mokhtar dan Mujayin bergerak mulai Treggalek menyerbu Ponogoro yang merupakan konsentrasi pasukan PKI Muso.
2. Batalyon bergabung dipimpin Mayor Baharuddin bergerak mulai dari Sawahan, Dungus terus ke Madium.
3. Batalyon Sudaryadi dibantu Brigade Mobil Polisi Jawa Timur bergerak melalui kota Wilangan, Saradan terus ke Madium.

Madium terkepung, Brigade Sadikin dari Siliwangi di bantu kesatuan Yogyakarta dari arah barat mulai 3 jurusan, yaitu :
1. Batalyon Ahmad Wiranatakusumah sebagai poros, dan Batalyon Sambas sebagai tenaga cadangan, bergerak dengan rute Solo, Karanganyar, Tawangmanggu, Sarangan, Plaosan, Magetan, Maospati, dan Madiun.
2. Batalyon Sentot sebagai sayap kiri di tugaskan merebut Ngawi dengan rute Solo, Sragen, Walikukun, dan Ngawi. Sementara, Batalyon Umar Wirahadikusumah ditugaskan merebut garis Walikukun, Ngambe, dan Magetan. Pasukan sayap kiri di bantu oleh Batalyon Sumadi dan Devisi Penambahan Sonopati, kompi gabungan Hisbullah, barisan Benteng.
3. Batalyon Nasuhi, Batalyon Husinsyah dan Brigade V/ Slamet Riyadi sebagai sayap kanan. Batalyon Nasuhi bertugas merebut Pacitan. Batalyon Husin Syah bergerak ke Ponegoro. Dalam Batalyon Nasuhi di perbantukan pasukan MA Kompi S, sedangkan kompi U bergerak dari Yokyakarta mengambil rute Yokyakarta, Wonosari, Pacimontoro, dan Pacitan.

Muso berhasil ditembak oleh TNI dan Ponogoro pada 31 Oktober 1948. Setelah pemberontakan selesai, 35.000 orang pengikut Muso di tangkap, sedangkan di perkirakan sekitar 8000 orang menjahit korban peristiwa tersebut.




9. Konferensi Meja Bundar
Konferensi yang berlangsung dari 23 Agustus –2 November 1949 tersebut dikenal sebagai Konferensi Mejan Bunda (kmb) yang diselenggarakan di Den Haag, Belanda.

10. Terbentuknya RIS
Sebagai realisasi dari keputusan KMB, di bentuklah Republik Indonesia Sekitar (RIS) yang mencakup 15 negara yang tergabung BFO dan RI. Ir. Soekarno terpilih sebagai Presiden RIS.

Sementara itu pelantikan Presiden Soekarno sebagai Presiden RIS dilaksanakan 17 Desember 1949, di Yogyakarta, sekaligus di lakukan serah terima jabatan Presiden RI kepad Mr. Asaat.


11. Pengakuan Kedaulatan

Negara RIS resmi berdiri pada 27 Desember 1949 dan wilayahnya meliputi :
a. Negara bagian yang meliputi Negara Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatra, Negara Sumatra Timur dan Republik Indonesia;
b. Satuan-satuan kenegaraan, yang meliputi Jawa Tengah, Bangka, Banjar, Riau, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa, Kalimantan Barat.
c. Daerah Swapraja yanmg meliputi kota Waringin, Sabang, dan Padang.







E. Perjuangan Kembali ke Negara Kesatuan
Rakyat di negara-negara bagian mengadakan unjuk rasa untuk membubarkan RIS dan menuntut kembali ke dalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Negara Kesatuan Republik Indonesia dinyatakan secara resmi berdiri pada 17 Agustus 1950. bangsa yang mencintai kesatuan dan persatuan telah kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan UUD Sementara 1950.

F. Nilai-Nilai Kejuangan Bangsa pada Masa Perang Kemerdekaan dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari.

1. Nilai-nilai Kejuangan Bangsa pada Masa Perang Kemerdekaan.
Nilai-nilai kejuangan yang dapat kita pelajarai dari pengorbanan dan pejuang dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Jiwa patriotisme yang telah di tunjukkan oleh para pejuang untuk mewujudkan dan mepertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945;
b. Rela mengorbankan jiwa raga dan harta demi tercapainya cita-cita Indonesia merdeka yang bebas dari segala bentuk ancaman dan penjajahan;
c. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mencintai perdamaian, tetapi lebih mencintai kemerdekaan;
d. Sikap persatuan dan kesatuan bangsa. Sikap ini terbukti ketika bangsa Indonesia diceraiberaikan karena masalah berdirinya RIS. Saat itu, sebagian besar rakyat di negara-negara federal kemudian menyalurkan aspirasinya dengan berdemontrasi menuntut pembubaran negera-negara federal. Mereka menginnginkan kembali lagi ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akhirnya, hal tersebut terwujud pada 17 Agustus 1950.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar